Kadal dan
Ular Air
Disebuah kolam yang cukup besar dan dalam seekor kadal
sedang berjalan di pinggiran kolam kadal itu sedang mencari kegiatan baru kadal
itu sangat ingin mencoba sesuati yang baru, dia sangat ingin berpetualang
ketika dia berjalan dipinggiran kolam sambil mengeluarkan lidahnya dia melihat
sesuatu muncul dari dalam air hal pertama yang dilihat oleh kadal itu adalah
sebuah kepala yang melenggak lenggok kesana kemari seperti sedang mencari
sesuatu kemudian kadal itu mendekati mahkluk yang muncul dari dalam air itu dan
dia sedikit kaget ternyata dia melihat seekor ular air.
Ketika
itu ular air juga melihat kehadiran sang kadal lalu mendekatinya, setelah
sampai dekat dengan sang kadal ular itu meninggikan kepalanya dan berkata :”Apa
yang sedang dilakukan oleh seekor kadal gemuk ini dipinggiran kolam?” kadal itu
menjauh dari sang ular karena dia takut dimangsa olehnya “Aku hanya sedang
mencari kegiatan baru, aku hanya ingin mencari sebuah petualangan”. Kata sang
kadal. “Kenapa kau menghindar dariku? Aku tidak memakan mu aku telah kenyang
memakan ikan kecil yang ada di kolam itu” kata sang ular “jadi kau ingin sebuah
petualangan yang seru” kata ular sambil mendesis “Ya itu benar aku ingin sekali
mencoba sesuatu yang baru” kata sang kadal dengan penuh semangat “apa kau
pernah melewati kolam ini sendiri?” Tanya sang ular.
“Aku
tidak pernah melewatinya kolam ini terlalu luas untuk aku sebrangi meskipun aku
bisa sedikit berenang tapi aku takut untuk menyebrangi kolam ini dari satu
tepian ketepian lainnya”. Jawan sang kadal “apa kau mau menyebaranginya aku
akan membantunya” ajak sang ular. Sang kadal sangat ingin sekali menyebranginya
dan tanpa berpikir panjang kadal itu menerima ajakan dari sang ular “Baiklah
kalo begitu carilah sesuatu yang bisa dijadikan sebagai tali!” Pinta sang ular
“Untuk apa tali itu?” Tanya sang kadal dengan heran “Tali itu untuk kau ikatkan
ke ekorku ketika kita berenang menyebrangi kolam ini kau tidak akan tenggelam,
aku akan menarikmu kepermukaan”. jelas sang ular.
Lalu
sang kadal mencari tali di pinggiran kolam dan dia mendapatkan nya, setelah itu
sang kadal menalikan kaki depannya ke ekor sang ular dengan sangat kuat.
Selesai itu kini sang ular dan sang kadal berenang menyebrangi kolam luas itu namun
di tengah-tengah kolam sang ular berpikir untuk menenggelamkan sang kadal
sebelum mencapai tepian, ketika hal itu akan dilakukan oleh sang ular tiba-tiba
tibuhnya tertarik ke atas dia mencoba melepaskan diri dengan sekuat tenaga
namun hal itu percuma ternyata sang kadal disambar oleh seekor burung alap-alap
sehingga tubuh ular itu bergelantungan di udara. Saat itu sang alap-alap
melihat bukan hanya kadal saja yang dia tangkap namun begitu juga seekor ular
air dimana ekornya terikat pada kaki sang kadal.
Pesan Moral dari Kumpulan Cerita : Kadal dan Ular Air adalah
jauhkanlah diri kita dari niat buruk, karena hanya akan merugikan kita
dikemudian hari.
Semut
Pohon Dan Seekor Belalang Sembah
Suatu hari di sebuah kebun anggur
tinggalah sebuah keluarga semut rang-rang dengan anggota jumlahnya yang sangat
banyak, semut rang-rang ini membuat sarangnya dari daun-daun lalu mereka tempel
menggunakan cairan seperti lem yang mereka keluarkan dari mulutnya. Di sarang
itu tinggalah seekor ratu semut yang tubuhnya paling besar diantara para semut
sang ratu sangat rajin mengeluarkan telur-telur dan telur itu menetas menjadi
semut-semut yang baru. Para semut melihat bahwa musim gugur akan segera berlalu
dan akan segera datang musim dingin yang cukup panjang ketika musim dingin
makanan akan sangat sulit untuk didapatkan maka para semut itu segera mencari
berbagai macam makanan untuk mereka kumpulkan sebagai bahan persedian ketika
musim dingin telah tiba.
Para semut sibuk mengumpulkan
makananan dimulai saat pagi hari sampai dengan sore hari, semut-semut pekerja
untuk membawa dan mencari makanan sedangkan semut tentara menjaga keamanan dari
para pengganggu. Berbeda halnya degan seekor belalang sembah, belalang sembah
memiliki mata yang besar dan tangan yang panjang mereka sering hidup di
pohon-pohon seperti halnya para semut. ketika musim dingin akan tiba belalang
sembah hanya berlatih menari, setiap hari belalang sembah itu hanya berlatih
menari dia amat senang sekali berlatih menari namun sang belalang lupa bahwa
dia harus mengumpulkan makanan untuk persiapannya menghadapi musim dingin.
Suatu hari sang belalang sembah
menari di dekat sarang semut rang-rang dia menari dengan sangat anggun, gerakan
tangan dan badannya yang pelan dan lembut membuat tariannya terlihat sangat mengagumkan,
para semut melihat tarian sang belalang sembah menari namun mereka tidak
menghiraukan tarian indahnya itu karena mereka memiliki tugas yang sangat
penting.
Sang belalang yang sedang menari
melihat para semut berjalan dengan membawa makanan untuk di bawa kesarangnnya,
sang belalang sembah herang dengan apa yang dilakukan semut rang-rang lalu dia
bertanya kepada salah satu semut tentara yang sedang berjaga di dekat para
semut pekerja “kenapa kalian membawa makanan yang sangat banyak itu masuk ke sarang
kalian?” sang semut rang-rang menjawab “kami melakukannya agar kami tidak
kelaparan saat musim dingin tiba.” lalu sang belalang kaget “musim dingin?”
kata sang belalang sembah dengan kagetnya “aku lupa dengan musim dingin, aku
terlalu sibuk dengan melatih tarianku hingga aku lupa bahwa sebentar lagi akan
datang musim dingin dan aku belum mempersiapkan makanan untuk diriku.” keluh
sang belalang “apa aku boleh meminta makanan kalian itu?” pinta sang belalang
sembah “apa, yang kau lakukan setiap hari hanya menari, kini setelah kau sadar
akan kebutuhan hidupmu kau memintanya kepada kami, enak sekali hidupmu itu.”
kata sang semut sambil memasang wajah marah “kami bekerja dengan sangat keras
setiap hari dengan penuh tenaga dan kau memintanya, aku sarankan kau untuk
pergi dari tempat ini dan mencari makanan untuk kau simpan.” kata sang semut
rang-rang.
Akhirnya sang belalang sembah pergi
mencari makanan untuk menghadapi musim dingin.
Pesan moral dari Contoh
Cerita : Semut Pohon Dan Seekor Belalang Sembah adalah bekerja keraslah
untuk meraih masa depan yang cemerlang. Bersakit dahulu untuk mencapai
kesuksesan dimasa yang akan datang.
No comments:
Post a Comment